Karyawan Kena Covid-19, Pelayanan Adira Finance Metro Ditutup Sementara
Mei 3, 2021
0 comments
Share

Karyawan Kena Covid-19, Pelayanan Adira Finance Metro Ditutup Sementara

1 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

Buanalampung.com METRO – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Metro melalui divisi penegakan aturan menutup sementara operasional pelayanan kantor pembiayaan Adira Finance Metro. Hal itu dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19 pasca terdapat empat karyawan Adira terkonfirmasi positif Corona.

Kabid Penegak Perda Satpol-PP Kota Metro yang juga merupakan tim penegak aturan Satgas Covid-19 Kota setempat, Yoseph Nanotaek menyampaikan bahwa empat karyawan Adira dinyatakan positif Covid-19.

“Sesuai hasil yang disampaikan juru bicara Gugus Tugas Covid-19, bahwa di Adira Finance ini ada beberapa karyawan yang terpapar Covid-19 sebanyak empat orang dan kemungkinan ada tambahan,” kata Yoseph Nanotaek saat meminta management Adira Finance Metro melakukan penutupan operasional pelayanan, Senin (3/5/2021).

Penutupan sementara terhadap kantor pembiayaan Adira finance tersebut berdasarkan Perda dan Perwali. Dalam aturannya, Adira diminta tutup selama tiga hari.

“Sehingga kami dari tim gugus tugas penegakan aturan, sesuai dengan Perda nomor 1 tahun 2021 dan Perwali nomor 39 tahun 2020 pada pasal 8 ayat 5 itu menjelaskan, ketika perusahaan atau warung, cafe dan atau sebagainya ada karyawan yang terpapar kita tutup sesuai dengan Perwali yaitu 3 kaki 24 jam,” ujarnya.

Yoseph juga mengungkapkan bahwa pihak Adira Finance telah koperatif dan siap menutup sementara kantor guna memutus penyebaran virus Corona.

“Pihak Adira juga koperatif dan menyambut baik untuk melakukan penutupan sementara agar tidak terjadi penambahan. Pihak Adira juga telah melakukan tracing,” pungkasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi jenderal admin staf, Kamilus membenarkan terdapat empat karyawannya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Meski begitu sebelum datangnya petugas operasional kantor tersebut tetap berjalan.

“Ada empat karyawan yang terpapar Covid-19, untuk hasil tracking perjalanan yang terpapar kami belum mengetahui dari mana asal terpapar, dikarenakan karyawan bagian lapangan yang terpapar virus, untuk aktivitas kantor sehari-hari masih beroperasi, namun bagian karyawan yang positif kami kosongkan,” jelasnya.

Kamilus juga menyampaikan bahwa absensi dengan metode sidik jari atau fingerprint juga masih dilakukan.

“Kalo absensi sebagian sudah menggunakan aplikasi online, tetapi ada juga yang masih menggunakan absensi fingerprint untuk karyawan yang masih magang,” tandasnya. (Red3).

haris

haris

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *