Seorang Guru Jadi Tersangka Penyebar Video Hoax Kerusuhan Pedagang
Juli 17, 2021
0 comments
Share

Seorang Guru Jadi Tersangka Penyebar Video Hoax Kerusuhan Pedagang

1 0
Read Time:1 Minute, 12 Second

METRO – Sempat beredar video hoaks berantai di sosial media terkait kerusuhan yang terjadi di terminal Kota Metro, di mana satu hari sebelum beredar terjadi penertiban pedagang kaki lima (PKL) di lokasi tersebut.

Video kerusuhan sempat memicu keresahan warga di Kota Metro. Tim Ditreskrimsus Polda Lampung pun segera bergerak cepat mencari asal usul pertama kali video tersebut diunggah di media sosial.

Kasatreskrim Polres Metro AKP Andri Gustami melalui pesan singkat mengatakan sudah dilakukan penangkapan pengunggah pertama video hoaks kerusuhan di terminal Kota Metro.

“Sudah diamankan tim Ditreskrimsus Polda Lampung, pelaku berhasil G (50) warga Jalan Belida Kelurahan Yosodadi Metro Timur. Pelaku merupakan seorang guru dengan riwat pendidikan Diploma IV Sastra,” kata Andri Gustami kepada Jumat, (16/7).

Diketahui video tersebut diunggah pertama kali oleh akun Facebook Guntoro 21, dan menjadi viral. Video itu sendiri merupakan kerusuhan yang terjadi di Pasar Kartini Peunayong Aceh pada 24 Mei 2021 lalu. Namun, video tersebut diunggah oleh pelaku dan diberi watermark Terminal Metro Pusat.

“Assalamualaikum perkenalkan nama saya Guntoro pemilik akun Guntoro 21, terkait video kerusuhan yang terjadi di Terminal Metro Pusat pada tanggal 15 Juli 2021, pukul 22:00 WIB adalah video hoaks. Untuk itu, warga seluruh Lampung khususnya warga Kota Metro dan sekitarnya, saya atas nama pribadi mohon maaf, serta berjanji tidak akan mengulangi kembali,” ucapnya dalam video permohonan maaf di Polda Lampung

Kini kasus tersebut masih ditangani tim Ditreskrimsus Polda Lampung untuk mengetahui motif di balik penyebaran video yang diunggah. (Red)

buana

buana

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *