Seharusnya aku tak berhenti membaca
Maret 10, 2021
0 comments
Share

Seharusnya aku tak berhenti membaca

2 0
Read Time:38 Second

Seharusnya aku tak berhenti membaca
Oleh: Tuah Subing

Di bilik yang berserakan. Aku berhenti membaca, sembari mendengar nyanyian langit menyentuh bumi. Sesekali, terdengar aspal mendesah karena kecupan dua roda milik seorang buruh.

Jarum jam terus berputar, tetapi angan tetap pada awang-awang. Bergelut tentang sultan tv swasta, roda empat yang mewah, dan lahan yang luas.
“Bagaimana segalanya turba? sedang aku berhenti membaca,” gerutuku.

Setangkup pengetahuan adalah satu-satunya senjata melawan kebuasan bencana. “Aih, apakah ini cukup?” tanyaku.

Sesaat, setelah percakapan dengan diri sendiri. Aku melihat kepulan asap berada di kepala ibu-ibu yang tengah menggali kuburannya.

Aku bertanya tapi pertanyaanku diadang air mata yang memata-mataiku.
Aku muak tapi muakku meledak dalam diri sendiri.
Aku diam tapi diamku semakin lata.

“Seharusnya aku tak berhenti membaca,” sesalku.

Lampung, 2021

buana

buana

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *