Satgas Covid-19 Sanksi Sejumlah Pelanggar PPKM Di Metro
Juli 15, 2021
0 comments
Share

Satgas Covid-19 Sanksi Sejumlah Pelanggar PPKM Di Metro

1 0
Read Time:2 Minute, 16 Second

Satgas Covid-19 Sanksi Sejumlah Pelanggar PPKM Di Metro

Buanalampung.com METRO – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Metro memberikan sanksi terhadap sejumlah tempat usaha yang masih buka melewati batas waktu operasional Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro diperketat.

Dari pantauan Kupastuntas.co sekira pukul 21.50 WIB, petugas gabungan yang terdiri atas Satpol-PP, Dishub, TNI, Polri serta relawan BNPB menyusuri seluruh toko, warung hingga angkringan di sepanjang Jl. Ahmad Yani, Jl. Ki Hajar Dewantara serta kawasan lapangan Merdeka Iringmulyo.

Kabid Penegak Perda Satpol-PP Kota Metro Yoseph Nenotaek menjelaskan, operasi yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut atas intruksi Walikota Metro nomor 12 tahun 2021.

“Malam ini kami melakukan penertiban menindaklanjuti intruksi Walikota nomor 12 tahun 2021. Di malam ketiga ini kita fokus pada penerapan sanksi administrasi bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker,” kata Yoseph saat diwawancarai Rabu (14/7/2021) malam.

Ia mengungkapkan, dari operasi penegakan PPKM mikro diperketat tersebut sebanyak dua orang disanksi administrasi berupa denda sebesar Rp. 100 ribu lantaran tidak mengenakan masker.

“Malam ini ada dua orang yang kita berlakukan sanksi administrasi sesuai dengan Perwali. Malam ini juga kita menyisir jalan Ahmad Yani dan jalan Ki Hajar Dewantara. Rata-rata pemilik usaha itu sudah paham dengan aturan, hanya mereka mungkin sengaja. Sampai dengan hari ketiga ini kita baru menerapkan teguran tertulis kesatu bagi pemilik usaha yang masih melanggar aturan,” ujarnya.

Yoseph juga menyebutkan bahwa masih banyak pelaku usaha di Kota Metro yang belum menaati intruksi Walikota Metro khususnya dimasa PPKM mikro diperketat.

“Masih banyak pedagang yang membandel, maka tadi kita peringatkan hingga kita berikan surat teguran. Karena sesuai dengan instruksi Walikota, pada pukul 12 malam itu semua tidak boleh menyediakan tempat untuk makan dan minum ditempat, yang diizinkan hanya dibungkus terus dibawa pulang ke rumah,”bebernya.

Sementara itu, sejumlah pedagang justru mengeluhkan kebijakan pemberlakuan jam operasional malam yang dinilai tidak pro rakyat. Mereka juga meminta pemerintah Kota setempat memberikan solusi, khususnya bagi para pedagang makanan malam hari.

“Ya kami sih sebenarnya keberatan dengan sanksi begini, tapi mau gimana lagi namanya juga pedagang. Sekarang gini mas, dagangan sepi, terus gak boleh dagang sampai malam, ya apa pemerintah mau kasih kita solusi. Karena kalo angkringan kaya gini kan gak ada yang beli delivery mas, tolong lah kami ini. Pak walikota kasih solusi,” ungkap seorang pemilik angkringan di lapangan Iringmulyo, Kec. Metro Timur yang enggan disebutkan identitasnya.

Selain itu, pedagang lainnya berharap pandemi segera berlalu hingga pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang dapat meningkatkan ekonomi rakyat khususnya sektor UMKM.

“Gak ada komentar, yang penting berdoa saja supaya Covid-19 ini cepat hilang terus walikota keluarin aturan yang bisa meningkatkan ekonomi pedagang. Udah itu saja mas, kasian pedagang ini,” cetus Nanda salah seorang pedagang di Jl. Ahmad Yani Metro. (Red3)

 

haris

haris

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *