Petugas Karantina Pasien Covid-19 Terkesan Tutupi Informasi Dari Awak Media 
Mei 18, 2021
0 comments
Share

Petugas Karantina Pasien Covid-19 Terkesan Tutupi Informasi Dari Awak Media 

1 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

Buanalampung.com METRO- Tempat karantina pasien positif covid-19 Kota Metro di Bumi Perkemahan (Buper) Sumbersari menutup informasi bagi awak media, Selasa (18/5).

Saat sejumlah awak media mendatangi tempat yang dulunya Kantor Pramuka Kota Metro tersebut, baik dokter, perawat, hingga Satpol PP yang bertugas di tempat karantina menutup akses informasi terkait ruang isolasi maupun jumlah pasien.

Tak hanya tak memberi informasi, saat awak media mencoba mengambil gambar warga yang akan melakukan swab PCR, petugas di tempat karantina justru melarang wartawan untuk mendokumentasikan.

Padahal, awak media sebelumnya telah mengonfirmasi dan meminta izin untuk melihat tempat isolasi kepada Kepala Satpol PP Metro. Selain itu, sesuai Instruksi Wali Kota Metro Nomor 4/INS/D-02/2021, seluruh pasien positif dilakukan isolasi di tempat yang disediakan pemerintah atau tidak lagi di rumah.

Adanya insiden menutup informasi dan melarang dokumentasi jurnalis disesalkan PWI Kota Metro. “Mencari informasi untuk kepentingan publik itu merupakan tugas wartawan sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang,” terang Ketua PWI Metro Rino Panduwinata.

Apalagi, terus Rino, pemberitaan terkait covid-19 yang merupakan masalah internasional. Dimana seharusnya keterlibatan semua pihak untuk menghentikan pandemi wajib dilakukan, terlebih awak media sebagai corong informasi publik.

“Pandemi Covid-19 ini bukan masalah biasa, bukan main-main, diperlukan penanganan serius. Banyak sektor yang terdampak, seluruh negara kena. Kita jadi bertanya ada apa kok tertutup. Bagaimana orang mau dikarantina, kalau informasinya ditutupi,” imbuhnya.

Terpisah, Wali Kota Wahdi memastikan keterbukaan terhadap informasi penanganan pasien covid-19, baik yang melakukan isolasi mandiri maupun di rumah isolasi.

“Transparansi itu harus. Kasus covid-19 ini kan meningkat, di belahan dunia juga meningkat. Kota metro ini jamannya terbuka, semua sudah tranparansi tidak ada yang ditutupi. Tolong dipahami kemampuan mengartikan. Tapi pelan-pelan sudah saya sampaikan ke OPD untuk mulai berubah,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk tempat karantina juga harus transparan. Isolasi harus di tempat isolasi, bukan di rumah. Kebijakan itu yang dirubah. “Maka di kepemimpinan saya ini saya rubah, dan mengubah sesuatu itu butuh waktu. Prosesnya tidak mudah, pelan-pelan akan terlaksana,” tuntasnya. (Red1)

haris

haris

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *