Mandiri, Komunitas Dan TNI Kolaborasi Siapkan Sepatu Serta Terapi Disabilitas
September 17, 2021
0 comments
Share

Mandiri, Komunitas Dan TNI Kolaborasi Siapkan Sepatu Serta Terapi Disabilitas

1 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

METRO – Komunitas Disabilitas Kota Metro bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Komando Distrik Militer (Kodim) 0411/ KM berkolaborasi secara mandiri menyiapkan sepatu serta terapi bagi puluhan anak penyandang disabilitas.

Dari pantauan media, penyiapan sepatu Ankle Foot Orthosis (AFO) untuk 40 anak penyandang disabilitas di Kota Metro tersebut diawali dengan pengukuran yang menggandeng Makodim 0411/KM.

Ketua Komunitas Disabilitas Kota Metro, Yunita Virya menyampaikan, upaya mempersiapkan sepatu bagi penyandang disabilitas tersebut dilakukan secara mandiri tanpa campur tangan pemerintah Kota setempat.

“Hari ini di Kodim kita melakukan pengukuran sepatu AFO dan melakukan terapi terhadap anak penyandang disabilitas. Kita tidak menarik iuran anggota komunitas. Jadi dana untuk menyediakan sepatu bagi mereka ini berasal dari banyak pengusaha yang membantu dan terketuk hatinya untuk giat kemanusiaan,” kata Yunita saat diwawancarai awak media pada kesempatan tersebut, Kamis (17/9/2021).

Yunita mengatakan, pandemi Covid-19 yang belum dapat dipastikan kapan akan berakhir membuat penyandang disabilitas kesulitan mendapatkan penanganan terapi. Untuk itu, pihaknya menyediakan fasilitas terapi bagi anak istimewa tersebut.

“Kalau yang menerapi yang dateng saat ini 20, untuk menerapi 40 anak. Karena setelah pandemi banyak anak-anak yang tidak diterapi. Jadi benar-benar banyak yang mundur. Saat ini kita mulai lagi, mereka harus terapi lagi,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, harga sepatu AFO untuk anak disabilitas dibandrol hingga Rp. 2 Juta. Pihaknya menyampaikan terimakasih atas peran semua pihak dan berharap proses pengerjaan sepatu AFO dapat segera selesai.

“Semoga pengukuran cepat selesai dan sepatu cepat terdistribusi. Setelah sepatu ini jadi, kita ada penyerahannya juga. Mudah-mudahan secepatnya proses pembuatan selesai. Untuk harga sepatunya lumayan, berkisar Rp 1,5 hingga 2 juta. Jadi ini diberikan karena memang mereka sangat membutuhkan,” bebernya.

Tak hanya itu, Yunita juga menjelaskan bahwa pengukuran sepatu dan terapi penyandang disabilitas tersebut diprioritaskan bagi penderita Cerebral Palsy (CP) atau kerusakan pada jaringan otak.

“Harapannya, anak-anak yang mengikuti akan mengalami perkembangan dan mandiri. Saat ini fokusnya pengukuran sepatu Afo karena ini untuk penderita cerebral palsy. Kemudian terapi sendiri diberikan sesuai dengan kebutuhan si anak, karena setiap anak memiliki kerusakan yang beda dan otomatis kebutuhannya berbeda,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Korps Ajudan Jendral (CAJ) Muhammad Taufik PGS Pasiter Kodim 0411/KM menjelaskan, pendampingan kegiatan tersebut atas dasar perintah pimpinan.

“Berdasarkan perintah langsung dari Komandan Kodim. Karena memang kalau dilihat, mereka ini perlu adanya perhatian yang lebih dan khusus. Sehingga dengan kegiatan ini semoga dapat membantu meringankan orang tua maupun anak-anak tersebut. Minimal mengurangi kerusakan untuk ke depannya,” jelasnya. (Red)

buana

buana

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *