Lapak Dibongkar, PKL Minta Pemkot Beri Solusi
Juli 14, 2021
0 comments
Share

Lapak Dibongkar, PKL Minta Pemkot Beri Solusi

1 0
Read Time:2 Minute, 35 Second

METRO – Eksekusi pembongkaran puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dikawasan terminal Kota Metro menyisakan kekecewaan bagi para pedagang. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat melakukan pembongkaran tanpa memberikan solusi bagi pedagang.

Hal itu diungkapkan Mad Farizi (78), salah seorang pemilik lapak sayuran yang dibongkar petugas gabungan. Ia yang menyaksikan lapaknya dirubuhkan mengaku bingung akan berjualan dimana lantaran eksekusi pembongkaran yang dilakukan pemerintah tanpa memberikan solusi.

“Saya tadinya dagang di Kopindo, terus dibongkar pindah, terus dipindah lagi sampai beberapa kali, nah hari ini dibongkar lagi saya belum tau mau pindah kemana lagi. Pemerintah juga tidak kasih solusi, kita disuruh cari tempat masing-masing. Dimana kita akan ditempatkan kita tidak tahu,” kata dia, Rabu (14/7/2021).

Ia juga tidak mengetahui alasan pemerintah melakukan penertiban. Pria lanjut usia yang telah berdagang sejak 1970 itu bahkan berharap kerendahan hati Walikota Metro Wahdi untuk mencarikan solusi bagi PKL terminal Kota agar tetap dapat mengais rezeki dimasa pandemi Covid-19.

“Kita kurang tau ini setelah ditertibkan mau dijadikan apa. Kami bukan hanya kecewa, dalam keadaan begini kita mau cari makan gimana lagi. Apalagi lockdwon begini, kita minta walikota bisa menempatkan kita untuk berdagang kembali, berikan solusi, atau dengan memperbaiki lokasi ini atau mundur kita siap. Sampai sekarang kita tidak tau mau dipindahkan kemana,” bebernya.

Kekecewaan serupa diutarakan Aprizal (60). Pemilik lapak sayuran dikawasan terminal itu juga bingung menjajakan dagangannya pasca pembongkaran.

“Kami sudah tau kalau ini mau dibongkar, tapi kan kami juga minta solusi jika sudah dibongkar kami ini mau dagang dimana, kita ini kan mau cari hidup cari makan. Kalau kita tidak boleh berdagang disini kita mau dagang dimana,” ketusnya.

Dirinya juga meminta pemerintah Kota Metro memberikan izin bagi para PKL untuk tetap dapat berdagang meskipun tanpa atap alias hamparan.

“Kita ini sebagai PKL selalu teraniaya, tapi mau gimana lagi kita harus terima. Kita ini ingin hidup, yang penting kita masih diizinkan berdagang disini walaupun hamparan biasa. Apalagi Corona ini, kalau kita gak boleh dagang disini ya binasakan saja semua. Kita mohon pemerintah memberikan solusi,” ucapnya.

Selain itu, permintaan pedagang agar Pemkot memberikan solusi atas pembongkaran tersebut juga diutarakan Feni Bastian (32). Pedagang sayuran berharap pemerintah menyediakan lahan pengganti agar PKL dapat kembali berjualan.

“Kalo masalah terima atau tidaknya ya jelas tidak terima, tapi mau gimana lagi namanya pedagang, kalau kami melawan nanti salah. Kami harap setelah pembongkaran ini pemerintah memberikan solusi mencarikan tempat baru sebagai gantinya ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekertaris Pol-PP Jose Sarmento menyampaikan bahwa tidak ada perlawanan dalam pembongkaran lapak PKL di kawasan terminal kota tersebut.

“Kami menerjunkan 35 personil Pol-PP dalam hal ini untuk membantu pembongkaran lapak yang ada di terminal ini. Yang jelas sejauh ini tidak ada perlawanan, tapi kita flaksibel saja. Masyarakat pedagang yang ingin membawa pulang barang-barang lapaknya kami persilahkan saja, ataupun yang mau membongkar sendiri lapaknya juga kami persilahkan,” jelasnya.

Ia mengaku, pihaknya melakukan pembongkaran menindaklanjuti perintah yang telah dikeluarkan pemerintah daerah.

“Kami dari Pol-PP hanya menindaklanjuti apa yang disampaikan dinas pasar melalui prosedur yang sudah ada, melalui imbauan-imbauan yang sudah disampaikan. Pembongkaran hari ini gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, Pol-PP, dinas pasar dan lingkungan hidup,” tandasnya. (Red3)

buana

buana

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *