Ketua AJI Bandar Lampung Buka Suara, Terkait Intimidasi Terhadap Wartawan di Kota Metro
Februari 19, 2021
0 comments
Share

Ketua AJI Bandar Lampung Buka Suara, Terkait Intimidasi Terhadap Wartawan di Kota Metro

1 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

Buana Media Lampung, Metro-Kegaduhan yang terjadi di Kota Metro terkait pemberitaan di beberapa media siber terkhusus Jejomo.com dan kupastuntas.co yang mengabarkan hasil swab ketua PCNU Kota Metro positif Covid-19. Dimana terjadi intimidasi dan teror terhadap reporter atas naman Abid Bisara dan Arbi Pratama.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Hendri Silaholo angkat bicara, terkait kinerja wartawan yang mulai diintervensi dalam melakukan peliputan atau pemberitaan.

“Kami sudah mendengar tentang reporter Jejamo.com Abid Bisara dan Kupastuntas.co Arbi Pratama mendapatkan ancaman, mulai dari sambungan telepon maupun chat di sosial media, terkait informasi hasil swab ketua PCNU Kota Metro Positif Covid-19 yang dikabarkan meninggal dunia, kami sangat menyayangkan hal tersebut,” Kata Hendri Silaholo melalui pesan singkat Jum’at 18/2/2021.

Hendri juga menjelaskan, apa yang diinformasikan kedua reporter tersebut memenuhi syarat Jurnalistik, dimana memiliki Narasumber yang kuat yaitu ketua gugus tugas Covid-19 Kota Metro.

“Bukti wawancara Jelas, narasumber juga kuat, dimana informasi itu perlu disiarkan dimana Covid-19 adalah wabah menular, dalam iringan jenazah juga mencapai ratusan saya lihat dalam dokumentasi yang dikirimkan, protkes juga tidak berjalan, dimana dapat memicu klaster besar apabila satgas tidak tegas. Kerja kedua jurnalis tersebut sudah jelas, dan tidak dapat dihalangi dalam memberikan informasi publik dimana telah terlindungi undang-undang pokok pers.

Siapa pun tak bisa melarang maupun mengintervensi jurnalis dalam meliput. Wartawan bebas menjalankan aktivitas jurnalistiknya karena dijamin UU 40/1999 tentang Pers. Pelarangan maupun intervensi adalah bentuk penghalangan terhadap kerja-kerja jurnalistik.

Sebagai bagian dari pers, jurnalis memiliki peran yang sangat spesifik dalam masyarakat. Tugas para jurnalis adalah mempersenjatai publik dengan informasi. Tujuannya, memberdayakan warga negara untuk memperkuat institusi demokrasi dan demokrasi itu sendiri.

Kami meminta pihak-pihak yang merasa keberatan dengan karya jurnalistik menempuh mekanisme yang diatur dalam UU Pers. Masyarakat bisa mengajukan hak jawab maupun koreksi bila tidak terima dengan sebuah pemberitaan. Bukan dengan mengancam, meneror, melecehkan, apalagi sampai mengintimidasi jurnalis.

Sebab, tujuan jurnalisme adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bisa mengatur hidupnya secara bebas. Karena itu, penting menjamin kebebasan dan perlindungan jurnalis dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik. Tapi, kami juga mengingatkan para jurnalis agar mengedepankan profesionalitas dan etik dalam memenuhi hak publik akan informasi.” Ucap Ketua AJI Bandar Lampung.(*)

haris

haris

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *