Diduga Teroris, SA Dikenal Bermasyarakat
November 9, 2020
0 comments
Share

Diduga Teroris, SA Dikenal Bermasyarakat

0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Buana Media Lampung. Metro- Diduga jaringan teroris SA Warga Kota Metro 36 Tahun diamankan Densus 88.

“Iyaa kemarin ada penangkapan, saya dibawa kesana, dibilangin katanya jaringan teroris. Saya juga nggak tahu persis kebetulan saya di samperin sudah banyak polisi. Saya cuma disuruh jadi saksi pada saat pemeriksaan dalam rumah,”jelasnya sumber Buana Media Lampung.

Pada saat pemeriksaan di rumah terduga petugas mengamankan barang bukti berupa Kartu Keluarga (KK), senapan angin, ketapel, dan buku jihad.

” Yang dibawa cuma KK, senapan angin, ketapel, dan buku jihad selain itu nggak ada. Kalau senapan anginnya itu juga bukan punya dia, hanya punya temanya yang dititipkan,” kata dia

Dia menambahkan, selama terduga tinggal di lingkungan hanya sebagai mekanik dan membuka bengkel las. Selama ini juga tidak ada indikasi sebagai jaringan teroris.

“Orang itu baik-baik saja. Aktifitas nya sehari-hari mekanik, buka bengkel las di rumah. Setau saya itu, dia itu bukan asli sini dia kelahiran Tulangbawang kalau istrinya kelahiran bukit kemuning. Selama dia tinggal di lingkungan sini Alhamdulillah tidak ada keributan dan baik-baik saja . Dia di luar itu kegiatan nya cuma ngaji,” tambahnya

Diketahui, selama ini terduga sebagai ustadz untuk mengisi pengajian-pengajian di sekitar lingkungan.

Densus 88 Jumat 06 November menjemput terduga SA dirumahnya, Ketua RW 07, Jl. Kucing, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara tak menyangka jika warganya terlibat dalam jaringan itu.

Ketua RW 07, Suroso mengatakanpihaknya tidak menyangka jika SA masuk dalam jaringan itu. Menurutnya SA dilingkungan masyarakat terlihat baik dan bergaul dengan semuanya tidak ada yang berbeda.

“SA ini bagus di lingkungan masyarakat. Selama ini tidak ada kecurigaan karena biasa, selakanya warga bermasyarakatnya juga bagus,” kata dia, Minggu, 08 November 2020.

Dia menjelaskan, SA sudah tinggal Purwoasri 3 tahun dan sudah mempunyai KTP Metro.

“Tinggal di sini sudah sekitar 2 sampai 3 tahun kalau untuk KTP Metro pastinya sudah ada. Sebelum saya menjadi RW beliau ini sudah tinggal di sini,” tambahnya.

Dia menjelaskan, selama ini SA merupakan seorang ustadz yang sering mengisi ceramah dan kerap mengisi kotbah Jumat di masjid.

“Sering mengisi ceramah di masjid kalau Jumat. Khotbah juga penyampaiannya nasional sama kaya ustadz lain gitu. Kaget juga saya, kejadian tepatnya juga saya tidak tau seperti apa,” ujarnya. (ars)

 

haris

haris

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *