Diduga Korupsi Proyek Rehabilitasi Gedung SMPN 10 Tahun 2017 Mantan Kepsek dan Bendahara Ditahan
Juni 3, 2021
0 comments
Share

Diduga Korupsi Proyek Rehabilitasi Gedung SMPN 10 Tahun 2017 Mantan Kepsek dan Bendahara Ditahan

2 0
Read Time:2 Minute, 25 Second

Buanalampung,com METRO- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro mengamankan oknum mantan Kepala Sekolah (Kepsek) dan bendahara aktif di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Kota Metro, Kamis (3/6/2021).

Keduanya diamankan jaksa atas dugaan tindak pidana korupsi proyek rehabilitasi gedung SMPN 10 Metro yang merugikan negara senilai Rp.223 Juta.

Kedua pria terduga korupsi tersebut keluar dari ruang pemeriksaan Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Metro sekira pukul 16.15 WIB dengan menggunakan rompi tahanan. Keduanya lalu digiring memasuki mobil tahanan kejaksaan negeri setempat yang terparkir di halaman Kejari.

Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejari Metro, Rio Halim mengungkapkan, penahanan terhadap dua orang tersangka tindak pidana korupsi rehabilitasi SMP Negeri 10 tahun 2017 itu sesaat setelah berkas perkara keduanya dilimpahkan oleh penyidik Polres setempat.

Keduanya masing-masing berinisial S (57), warga Jl. Jend. Sudirman RT 031 RW 007 Kel. Ganjar Asri Metro Barat yang berstatus mantan Kepsek SMPN 10 Metro. Rekannya ialah AB (51), warga Jl. Kerang No.  52, RT 019 RW 008 Kel. Yosodadi, Kec. Metro Timur yang berstatus sebagai bendahara SMPN 10 Metro.

“Tersangka tindak pidana korupsi rehabilitasi SMP Negeri 10 tahun 2017, dari penyidik Polres Kota Metro. Keduanya, yakni mantan Kepala SMP Negeri 10 Metro, benisial S dan bendahara nya berinisial AB,” kata Rio Halim.

Keduanya dikenakan pasal 2, pasal 3 dan pasal 9 juncto pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana korupsi, atas dugaan korupsi pada Proyek Rehabilitasi Gedung SMPN 10 Metro di tahun 2017 melalui Kementerian Pendidikan Nasional senilai Rp 450 juta.

“Namun, dalam pengerjaan terdapat penyimpangan pada pembelian bahan-bahan bangunan dan fiktif dalam pembayaran tukang, sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 223 juta,” jelasnya.

Rio juga menyebutkan, penyidik kemudain melakukan penahanan terhadap kedua tersangka, dan dititipkan di Lapas kelas IIA Kota Metro.

“Untuk kepentingan penyidikan, kedua tersangka dilakukan selama  20 hari ke depan, sejak tanggal 9 Juni 2021 sampai dengan tanggal 22 Juni 2021,” pungkasnya.

Sementara itu, Kuasa hukum tersangka AB, Darmanto menyampaikan, peran AB dalam dugaan korupsi tersebut hanya mengikuti perintah S saat menjabat kepala sekolah.

“Saya mendampingi saudara berinisial B bendahara SMPN 10. Kalau si B itu hanya menjalankan perintah atasannya saja. Jadi dia sebagai bendahara, pembelanjaan itu kwitansinya ada semua,” ucapnya.

Darmanto mengungkapkan, pihaknya akan berupaya melakukan penangguhan terhadap AB bendahara SMPN 10 Metro. Ia juga mengatakan, saat ini AB sedang dalam proses pengajuan pensiun.

“B sendiri saat ini sedang proses mengajukan pensiun, dia masih di sekolah itu. Kalo pak S sudah pensiun. Kami berupaya untuk mengajukan penangguhan, kemudian pasal penyertaan saja si B ini, mudah-mudahan tinggal nanti pembuktian saja di pengadilan, bebernya.

Kepada Darmanto, AB mengaku memperoleh uang senilai Rp. 7 Juta dari proyek tersebut. Uang yang didapat tersebut akan dikembalikan olehnya.

“Itu semua sudah dibelanjakan, kalaupun ada hanya sedikit. Dari pengakuannya tinggal sekitar 7 juta, itupun mau dikembalikan. Karena sulit membuktikan kwitansinya saja. Kalau yang lainnya saya tidak paham, langsung saja kepada kepala sekolah,” tandas Darmanto. (Red3)

 

haris

haris

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *