Di Metro, Alay Dilarang Jadi Pol-PP
April 5, 2021
0 comments
Share

Di Metro, Alay Dilarang Jadi Pol-PP

0 0
Read Time:1 Minute, 58 Second

Buana Media Lampung, METRO – Alay, alias fenomena prilaku remaja yang merupakan stereotipe menggambarkan gaya hidup yang dianggap norak dan berlebihan serta selalu berusaha menarik perhatian itu menjadi salah satu larangan yang dikeluarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Metro dalam rekrutmen pegawainya.

Kepala Satuan (Kasat) Pol-PP Kota Metro Imron mengungkapkan, meski pihaknya membutuhkan personil tambahan yang diharapkan kedepan direalisasikan, namun kaum alay tidak termasuk didalamnya.

“Kalo alay jangan jadi Pol-PP, karena akan tidak pas. Yang jelas Pol-PP hari ini membutuhkan personil yang SDMnya baik, karena wawasan berkaitan dengan penegakan perda dan sistem pemerintahan daerah. Kemudian fisiknya juga harus mendukung, dan harus siap fisik serta mental, terutama memenuhi kriteria sesuai SOP yang ada agar dapat mendukung didalam pelaksanaan tugas satuan polisi pamong praja,” kata Imron saat diwawancarai usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota setempat, Senin (5/4/2021).

Imron juga mengaku, personilnya telah bekerja maksimal meski masih terdapat sejumlah kekurangan. Kendala yang kerap dihadapi ialah minimnya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sehingga menjadi hambatan dalam melaksanakan penegakan perda.

“Pol-PP di Metro saat ini telah bekerja maksimal, hanya masih banyak kekurangan disana-sini, salah satunya berkaitan dengan SDM dan jumlah personil yang masih terbatas. Faktor paling dominan adalah kita masih kekurangan SDM. Kita belum terakomodir semua PPNS, dan PPNS masih kurang sekali. Sehingga ini menjadi faktor juga dalam menjalankan tugas penegakan perda,” terangnya.

Sementara, Sekertaris Pol-PP, Jose Sarmento memaparkan, jumlah personil Pol-PP di Kota Metro saat ini hanya 222 orang. Angka itu tentu belum memenuhi kebutuhan pelaksanaan tugas yang idealnya dikerjakan oleh 450 personil.

“Kita juga kekurangan personil, apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini. Semua personil berfokus pada penanganan Covid-19 sehingga kadangkala masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang belum dapat teratasi. Akan tetapi kita masih menjalankan tugas dan tanggung jawab itu secara maksimal. Jumlah Pol-PP saat ini ada 222 personil, dengan rincian 103 PNS dan 119 personil tenaga kontrak. Idealnya, untuk menjalankan tugas dan fungsi Pol-PP dengan baik, setidaknya kita perlu 450 personil Pol-PP di Metro,” jelasnya.

Tak hanya itu, Jose juga menyebutkan bahwa kedepan diharapkan Pemerintah Kota (Pemkot) menambah tenaga kontrak bagi Pol-PP, agar pelaksanaan tugasnya dapat berjalan dengan baik.

“Itupun yang kita butuhkan tenaga kontrak diperbanyak, karena untuk menjalankan tugas dilapangan, kalo yang pegawai negeri sipil yang sudah golongan 3 ke atas itu sudah kurang pantas lagi dijalan dan tempat keramaian,” pungkasnya. (Red3)

haris

haris

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *