Adakah duka mendalam selain pengangguran di Bumi Ghayo ini?
Maret 10, 2021
0 comments
Share

Adakah duka mendalam selain pengangguran di Bumi Ghayo ini?

2 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Adakah duka mendalam selain
pengangguran di Bumi Ghayo ini?
Oleh: Tuah Subing

I
Tepat di bilik ini, aku berkehendak
dana kampanye dapat menopang
kelalaian aparatur-aparatur yang lupa
bagaimana mengayomi masyarakat

Sebagaimana ibu kepada anak
yang mengajari mengenakan pakaian
merek eksklusif dan berkhotbah di atas
mimbar-mimbar sampai berbusa-busa

II
Setelah Pemilihan Kepala Daerah usai
Kabupaten ini tetap sesenyap batu-batu
tak saling pandang, tak saling tegur
sambil menahan laju umpat-umpatan

Di sosial media; kami meracau layaknya
pemabuk, sedang cacing keremi melilit
anak-anak begitu ganasnya sehingga
kepala lebih besar daripada tubuh

III
Abu Bakar Subing (Rajo Puset Mergo):
kau lahir pada masa tugu-tugu menjadi
jargon pembangunan dan sebagai tanda
-tanda kemajuan daerah yang tertinggal

O, Nakenda kelak kau mengerti
mengapa Penyimbang beranjak dari
Sessat Agung menuju Gedung DPRD
membawa Upih beserta Sesako

Karena disana ada pembagian proyek
pembenahan dan sahut-sahut dengkuran
pengganti Tabuhan Canang, Sirih Pinang,
Panggeh Kebuwayan, Tariyan Kebandaran

IV
Dan kini para remaja kerap kebingungan
ketika bersua pada penolakan-penolakan
‘tuk menjadi buruh harian, sepeninggalan
mengenyam pendidikan di sekolahan

Diam, mematung satu-satunya pilihan
lalu menjelma menhir–dolmen di Situs
Megalitikum, sepanjang Way Abung yang
tak terlihat sebagai tanda peradaban

V
Sebuah tanya terbesit: “Adakah duka
mendalam selain pengangguran
di Bumi Ghayo ini?” dan kepada engkau
yang menangis karena Eros; kemarilah

Kita berhimpun sembari menata cita
bersama; bagi seluruh anak cucu yang
tertindas neokolonialisme atas nama
transmigrasi di Bumi Jurai Siwo.

Lampung, 2021

Catatan :
Bumi Ghayo: Bumi Kaya
Rajo Puset Mergo: nama adat ponakan penulis (Juluk)
Nakenda : Keponakan tersayang
Penyimbang: Tokoh Adat/Dewan Adat
Sessat Agung: Balai Adat yang Agung
Upih dan Sesako : Tempat duduk dan Sandaran seorang tokoh adat yang disebut Peppadun
Tabuhan Canang: Ketukan Gong Kecil mengiringi pemuka adat bersyair disaat terjeda
Sirih Pinang: Syair yang dibacakan ketika upacara adat
Panggeh Kebuwayan: Syair kebesaran keturunan bangsawan
Tariyan Kebandaran: Tarian persaudara yang dimiliki empat kampung (Bandar Surobayo, Bandar Buyut, Bandar Mataram, Bandar Terbanggei)
Way Abung: Salah satu sungai di Provinsi Lampung
Eros: Cinta dan Birahi
Bumi Jurai Siwo: Slogan Kabupaten Lampung Tengah

buana

buana

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *