Ada Perubahan Angka Di RKUA PPAS Dawam Akan Kroscek Ulang
Agustus 19, 2022
Redaksi (602 articles)
0 comments
Share

Ada Perubahan Angka Di RKUA PPAS Dawam Akan Kroscek Ulang

0 0
Read Time:2 Minute, 27 Second

Lampung Timur – Anggota DPRD kabupaten Lamtim dari fraksi PDIP Made Tangkas mempertanyakan ada nya perubahan angka pada pendapatan daerah, hal itu disampaikan saat sidang Paripurna penyampaian Rancangan perubahan Kebijakan Umum APBD dan Perubahan PPAS APBD Tahun anggan 2022, di Ruang sidang DPRD setempat, Jumat (19/8).

Sebelumnya, Bupati Lamtim M Dawam Rahardjo menyampaikan Rancangan Perubahan KUA PPAS saat Rapat Paripurna bahwa pada pendapatan daerah pada APBD TA 2022 sebelum perubahan sebesar Rp. 2,21 Trilyun, sedangkan sesudah perubahan menjadi Rp. 2,31 Trilyun. bertambah sebesar Rp. 104,2 Milyar, atau sebesar 4,71 persen.

“Pendapatan daerah itu terdiri dari pendapatan asli daerah sebelum perubahan sebesar Rp. 220,46 Milyar menjadi sebesar Rp. 313,80 Milyar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 93,34 Milyar atau sebesar 42,34 persen,” jelasnya.

Kemudian, Tambah Dawam, pada pendapatan transfer sebelum perubahan sebesar Rp. 1,99 Trilyun menjadi Rp. 2,005 Trilyun, pendapatan transfer tersebut bertambah sebesar Rp. 10,91 Milyar atau sebesar 0,55 persen.

“Sedangkan untuk belanja daerah
Sebelum perubahan secara keseluruhan Rp. 2,36 Trilyun berkurang Rp. 11,36 Milyar menjadi sebesar Rp. 2,35 Trilyun,” terangnya.

Selanjutnya dengan besaran perubahan target pendapatan perubahan kebutuhan belanja daerah diatas, pada PPAS perubahan tahun 2022 mengalami defisit anggaran sebelum perubahan sebesar Rp. 153,42 milyar, setelah perubahan menjadi sebesar Rp. 37,79 Milyar berkurang sebesar Rp. 115,62 milyar dari jumlah total belanja daerah.

“Defisit sebesar tersebut diatas di biayai dari penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SILPA tahun 2021, sebelum perubahan sebesar Rp. 156,42 milyar setelah perubahan berkurang menjadi Rp.39,79 Milyar berkurang sebesar Rp.116,62 milyar, sesuai hasil audit BPK terhadap laporan keuangan tahun 2021,” ujarnya.

Sedangkan pada penerimaan pembiayaan, disamping untuk membiayai defisit anggaran juga digunakan untuk membiayai pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 2 Milyar, jumlah ini berkurang sebesar Rp.1 milyar dari anggaran pengeluaran pembiayaan sebelum perubahan sebesar Rp.3 Milyar.

Usai Bupati Lamtim menyampaikan RKUA dan PPAS tersebut, Anggota DPRD dari Fraksi PDIP Made Tangkas memberikan interupsi terkait pendapatan daerah yang dinilai belum jelas sumber kenaikannya.

Made Tangkas mempertanyakan terkait adanya perubahan angka pada pendapatan daerah dalam Rancangan Perubahan KUA dan PPAS yang disampaikan Bupati Lamtim saat sidang Paripurna ini.
Pada saat pembahasan Badan Anggaran DPRD dengan TAPD bahwa pendapatan daerah yang disampaikan hanya sebesar Rp. 220,46 Milyar.

“Kita terakhir kemaren rapat bersama Badan anggaran bahwa data yang disampaikan sebesar Rp.220,46 Milyar tapi saat ini kenapa bisa tiba-tiba ada kenaikan Rp. 93,34 Milyar. Tentu kenaikan angka ini jadi pertanyaan saya karena tidak tau sumbernya dari mana. Kemudian untuk pendapatan transfer juga bertambah sebesar Rp. 10,91 Milyar, ini juga belum jelas dari mana. Dalam hal ini kita bukannya tidak senang adanya kenaikan pendapatan daerah, tetapi kenaikan tersebut belum jelas sumbernya dari mana. Kita lebih baik membuat angka pendapatan yang real,” ungkapnya.

Terkait adanya perubahan angka Dawam mengatakan, akan melakukan kroscek lagi ke Keuangan (BPKAD), “iya nanti kita akan melakukan kroscek dengan keuangan,” jelasnya. (Endar)

Redaksi

Redaksi

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment