19 ASN Pemkot Metro Dikabarkan Terpapar Covid-19
April 15, 2021
0 comments
Share

19 ASN Pemkot Metro Dikabarkan Terpapar Covid-19

1 0
Read Time:2 Minute, 57 Second

Buanalampung.com, METRO – Kabar mengejutkan muncul dilingkungan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Metro. Dimana sebanyak 19 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Pemkot setempat dikabarkan terpapar Covid-19.

Dari pantauan Buanalampung.com kondisi kantor pada hari Kamis (15/4/2021) mulai pukul 08.00 WIB hingga kini terlihat lengang. Tidak terdapat aktivitas didalam kantor seperti hari biasa yang ramai. Hanya terdapat belasan kendaraan roda empat parkir di dalam halaman kantor.

Sementara, di halaman parkir luar terdapat puluhan kendaraan roda dua yang terparkir. Pengamanan dari Satpol-PP pun tidak terlihat seperti hari biasanya. Di pos penjagaan pertama hanya terlihat sejumlah petugas, sementara di pelataran ruang kerja Walikota yang biasanya dijaga sejumlah petugas Pol-PP kini kosong.

Selain itu, dipintu salah satu ruang kerja pegawai juga terpampang kertas bertuliskan Sedang Isolasi. Ironisnya, kabar ini tersiar sejak dua hari lalu namun gugus tugas Covid-19 hingga kini belum mengeluarkan informasi terbaru pasien Covid-19.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Metro, drg. Erla Adrianti melalui grup WhatsApp Info Jubir Covid Metro sekira pukul 05.03 WIB pagi tadi menuliskan bahwa belasan ASN yang diduga terpapar tersebut telah diperiksa.

“Sampai hari Rabu, Dinkes sudah periksa rapid antigen kepada beberapa pegawai pemda dan kemudian yang reaktif kami lanjutkan dengan tes PCR. Hasil sudah kami kirim ke provinsi. Hasil belum keluar apakah positif atau negatif,” tulisnya.

Sementara dari informasi yang dihimpun setelah setahun Pemkot tidak melaksanakan apel, pada 5 April 2021 lalu, pegawai yang bertugas di kantor Pemkot Metro melaksanakan apel. Apel tersebut juga dilakukan dengan metode absen sidik jari.

Salah satu ASN di bagian umum yang meminta tidak disebutkan identitasnya mengaku, ia dan 18 pegawai Pemkot lainnya tidak enak badan usai apel di Pemkot Metro.

“Kami tidak tau tertular dari mana, tetapi usai upacara kami kumpul-kumpul, namanya juga perempuan, karna upacara panas kami ngobrol satu ruangan, dan tidak memakai masker, atau mungkin dari absen fingger sidik jari yang masih berjalan, dari hasil swab hari ini saya dan beberapa teman kerja positif covid-19,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Sementara Walikota Metro Wahdi Siradjuddin membantah paparan Covid-19 akibat apel maupun absen finger print atau sidik jari. Menurutnya, apel justru dapat membunuh virus Corona.

“Apel itu tidak pengaruh, malah orang diluar pengaruh. Tapi lihat di satu kelompok, saya masuk kemarin jadi saksi tidak menggunakan masker sama sekali. Jadi tidak ada namanya apel diluar itu menyebabkan (Covid-19, Red), malah sebagian harusnya kita banyak diluar. Saya paham tentang epidemiologi dan environment. Prosesnya yang namanya kuman itu 92 derajat akan mati dalam 15 menit,” kata Wahdi saat diwawancarai dikantornya, Kamis (15/4/2021).

Meski begitu ia juga membenarkan bahwa terdapat belasan pegawainya yang terpapar Covid-19. Kini pihaknya masih menunggu hasil Swab, dan para pegawai yang diduga terpapar telah diisolasi.

“Sebagian sudah dilakukan Swab, tinggal menunggu hasil, dan mereka yang bergejala sudah kita isolasikan. Sekarang soal finger print, kalau tangan kita bersih saya megang gini tertular tidak,? Tertular itukan melalui hidung, mulut, mata. Cobalah kita berfikir positif lah, saya paham sekali. Tapi cobalah, kita sudah lihat perubahan di masjid taqwa, sudah mulai bermasker dan lebih baik dibandingkan sebelum ini. Ayo didukung sajalah, selalu berfikir positif untuk pembangunan kota metro kedepan,” bebernya.

Ketika ditanya jumlah ASN yang diisolasi, Walikota juga masih menunggu data resmi yang dikeluarkan gugus tugas. Ia juga mengimbau para pegawai dilingkungan Pemkot Metro untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 mulai dari mengenakan masker.

“Belum ada data nanti menunggu saja secara teknis dari Satgas Covid-19. Tapi kemarin sudah langsung kita antisipasi, datang masuk ke ruang-ruang saya tegaskan menggunakan masker,” tandasnya. (Rd3)

haris

haris

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *